Address
Tangerang Selatan
Phone
081285009489 / wa 082112022089

Ini cara BAB di toilet yang benar agar terhindar dari masalah kesehatan

Diterbitkan Minggu, 28 November 2021

Jika Anda perlu waktu lama untuk duduk dan buang air besar (BAB) di toilet, mungkin Anda perlu mempertimbangkan posisi yang tepat agar ‘panggilan alam’ itu cepat rampung.

Topik ini mungkin kedengarannya remeh, tapi tidak bisa diremehkan sama sekali.

Seseorang rata-rata menghabiskan enam bulan dalam hidupnya untuk duduk di toilet guna membuang kotoran seberat 145 kilogram per tahun. Itu artinya, bobot kotoran orang awam di seantero dunia lebih berat dua kali lipat dari boboh tubuh mereka setiap tahun.

Nah, karena topik ini relevan dengan hidup kita, mari cermati cara terbaik untuk BAB.

Apakah Anda membaca selagi BAB di toilet?

Pada pertengahan abad ke-20, sekelompok dokter asal Eropa yang bekerja di pedesaan di Afrika terkejut ketika menemukan bahwa warga setempat amat jarang mengalami masalah pencernaan dan organ-organ pencernaan.

Bahkan, tren tersebut terjadi di sejumlah negara berkembang di seantero dunia.

Para dokter menduga hal ini bukan hanya perbedaan menu makanan, melainkan juga bagaimana penduduk di negara berkembang menghabiskan waktu untuk BAB dan, yang paling utama, posisi saat BAB.

Masyarakat Barat rata-rata menghabiskan waktu antara 114 hingga 130 detik saat duduk di toilet.

Namun, di beberapa negara berkembang—yang masyarakatnya berjongkok saat BAB—waktu yang dihabiskan cuma 51 detik. Praktik ini, menurut para pakar, lebih sehat.

Duduk di toilet menempatkan saluran anus manusia pada sudut 90 derajat, yang menyebabkan otot pada bagian bawah panggul menjepit usus besar.

Inilah mengapa sebagian orang yang memakai kloset duduk mengalami kesulitan BAB. Akibatnya, ada yang mengalami wasir, pingsan, hingga stroke.

Mengapa memakai kloset duduk?

Kloset duduk diperkirakan dipakai pertama kali sekitar 6.000 tahun lalu pada masa Mesopotamia Kuno.

Pada 315 Sesudah Masehi, Kota Roma punya 144 toilet umum. Bahkan acara-acara sosial digelar di kamar mandi yang luas.

Saat tim arkeologi menemukan sisa-sisa toilet umum berusia 2.000 tahun di Bukit Palatine di Roma, ada 50 lubang bersisian. Itu artinya, warga Roma pada masa tersebut bisa saling bertatapan saat mereka sedang BAB.

sumber: https://www.bbc.com/indonesia/majalah-49749952

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts
31 December 2020
Jika Anda perlu waktu lama untuk duduk dan buang air…
31 December 2020
Cara mengatasi WC mampet perlu diketahui karena ini merupakan bagian…
31 December 2020
Toilet atau WC yang tersumbat tentu menyebabkan bau yang tidak…